Metode Menghafal Alquran

Yuk Menghafal


          Dalam menghafal AlQuran terdapat banyak cara dan metode yang dianjurkan dan diajarkan oleh para penghafal. Metode-metode tersebut dapat kita pilih untuk kita jalankan sesuai dengan kesempatan kemampuan kita. Diantaranya adalah metode menghafal ODOA ( One Day One Ayah) yaitu menghafal Alquran satu hari satu ayat. Metode ini terbilang sangat ringan karena satu hari hanya menghafal (membaca hingga hafal) satu ayat saja. Bagi penghafal yang sangat sibuk, memiliki banyak aktivitas, metode ini tidak terasa memberatkan.

          Bagi tingkatan selanjutnya, dapat dengan menghafal setengah halaman per hari hingga satu halaman per hari. Jumlah hafalan ini biasanya berlaku pada para santri yang fokus menghafal AlQuran di pondok pesantren. Banyak sedikitnya hafalan bukan suatu tuntutan kewajiban, semua disesuaikan dengan kemampuan. Sebelum memulai menghafal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi seorang penghafal, diantaranya:

1. Niat
       Dalam hal ini, seorang yang hendak menghafal AlQuran hendaknya berniat mengharap ridho Alloh dengan tulus. Menjadi seorang penghafal bukan merupakan suatu tujuan, melainkan sebuah prestasi. Dengan niat hanya mengharap ridho Alloh, maka seorang penghafal tidak akan terbebani dengan sebuah hasil. Apabila dalam menghafal berniat pada selain keridhoan Alloh, pada akhirnya orang tersebut pasti akan mengalami kekecewaan.
2. Sabar
       Dalam memulai dan menjalani proses menghafal, hendaknya seseorang senantiasa bersabar atas beberapa ujian dari Alloh. Semua proses peribadahan akan mengalami ujian, namun dalam setiap ujian pasti ada jalan dan bantuan dari Alloh. Karenanya, yang dilakukan adalah bersabar dan senantiasa memohon bantuan dari Alloh untuk mengatasi ujian tersebut.
3. Ikhlas
       Setiap melakukan suatu proses menghafal dan menjalani ujian, penghafal hendaknya mengikhlaskan semua hal tersebut hanya kepada Alloh. Sebuah prestasi atau sebuah kegagalan ddikhlaskan kepada Alloh.
4. Pantang Menyerah dan Istiqomah
       Dengan niat yang tulus dan disertai kesabaran, penghafal harus senantiasa berusaha istiqomah atas proses hafalan yang dijalani. Akan banyak cobaan dalam prosesnya, namun tidak boleh menyerah dan berhenti. Aktivitas rutin proses menghafal harus terus berlanjut dalam keadaan apa pun.

Berikut salah satu langkah-langkah metode menghafal AlQuran yang dapat diaplikasikan;
1. Menggunakan mushaf yang tetap
       Seorang yang menghafal dengan membaca, hendaknya menggunakan mushaf yang tetap, karena penggunaan mushaf yang berganti-ganti akan merubah konsentrasi membaca karena harus selalu adaptasi dengan mushaf baru.
2. Memilih jumlah hafalan
       Seorang penghafal dapat memilih jumlah ayat yang dihafalkan sesuai kemampuan dan kesempatan yang dimiliki. Hal ini menjadi penting karena dalam menghafal diperlukan kestabilan kuantitas.
3. Mendengarkan/menyimak bacaan
       Dengan mendengarkan bacaan orang lain, sambil membaca mushaf, akan lebih mudah menghafal, karena lebih banyak anggota tubuh yang digunakan untuk fokus suatu materi.
4. Membaca bacaan
       Setelah mendengar bacaan orang lain, mulailah untuk membaca/mengucapkan bacaan tersebut mengikuti bacaan yang telah didengarkan. Proses ini dianjurkan sebanyak 20x bacaan.
5. Tidak menambah hafalan sebelum benar-benar hafal
       Tidak dianjurkan menambah/berpindah hafalan ayat lain sebelum ayat yang dihadapi benar-benar hafal. Hendaknya jumlah hafalan bukan tujuan, melainkan proses hafalan lah yang menjadi prioritas.
6. Menambah sambil mengulang
       Ketika menambah ayat/hafalan, hendaknya diikuti dengan mengulang hafalan sebelumnya minimal 10x. Dalam kurun beberapa waktu, disiapkan waktu khusus untuk mengulang materi hafalan waktu sebelumnya tanpa menambah hafalan. Misalnya mengulang hafalan mingguan dan bulanan.

Demikian langkah-langkah sebelum memulai menghafal dan pembahasan salah satu metode menghafal AlQuran yang dapat diaplikasikan. Semoga bermanfaat.

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment